Sukses

Smartphone dan Tablet Samsung Akan Pakai Memori Internal 512GB

Liputan6.com, Jakarta - Kapasitas ruang penyimpanan internal smartphone kini jadi salah satu hal yang sangat penting untuk pengguna. Sejauh ini, memori internal paling besar berkapasitas 256GB dan baru ada pada segelintir smartphone.

Kendati demikian, pada waktu yang akan datang, kapasitas memori internal bakal meningkat. Hal ini lantaran Samsung baru saja mengumumkan tengah memulai proses produksi massal untuk memori internal 512GB.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Rabu (6/12/2017), memori internal 512GB yang diproduksi Samsung ini diklaim sebagai memori internal 512GB pertamanya.

Samsung dalam pernyataannya mengungkap, memori internal berkapasitas 512GB ini akan bisa dipakai untuk berbagai perangkat mobile, misalnya saja untuk smartphone dan tablet. Meski punya kapasitas luas, Samsung menyebut memori internal ini bakal memiliki performa cepat.

"Memori internal ini mengusung delapan chip 64-layer 512GB V-NAND dan sebuah chip pengontrol. Memori internal 512GB UFS ini menggandakan kepadatan sebelumnya, yakni 48-layer V-NAND pada memori 256GB," kata Samsung dalam pernyataannya.

Disebutkan Samsung, penggunaan chip V-NAND dapat meminimalisasi peningkatkan energi yang digunakan. Bisa dibilang, chip tersebut bakal membuat penggunaan energi lebih efisien.

Samsung juga mengungkap, ruang penyimpanan ini akan dibekali dengan kecepatan "read" dan "write" hingga 860Mbps dan 255Mbps. Dengan demikian,  memungkinkan pengguna untuk memproses transfer video HD berkapasitas 5GB dalam waktu 6 detik saja.

Sayangnya, Samsung belum menyebutkan akan dipasang di mana memori internal ini. Mungkinkah Galaxy S9 dan Galaxy S9+ bakal hadir dengan ruang penyimpanan internal 512GB ini?

1 dari 2 halaman

Smartphone Samsung Bakal Dibekali Fitur Pemindai Telapak Tangan

Samsung tak hanya akan memproduksi massal memori internal 512GB untuk perangkat mobile-nya, seperti smartphone dan tablet. Perusahaan Korea Selatan ini juga dikabarkan sedang mengembangkan metode biometrik baru, yakni pengenal telapak tangan.

Berbeda dari teknologi pengenal iris dan wajah, telapak tangan tidak akan dipakai untuk salah satu pembuka kunci smartphone, tetapi kemungkinan sebagai petunjuk password.

Baru-baru ini, Samsung mengajukan paten terhadap fitur smartphone yang memungkinkan pemindaian garis tangan setelah gambar telapak tangan difoto melalui kamera.

Kemudian, saat pengguna lupa kata sandinya, mereka bisa mengambil foto dari galeri untuk memverifikasi identitas saat akan membuka telepon.

Jika smartphone mengenali garis tangan itu, perangkat akan menampilkan berbagai karakter yang digunakan dalam password. Dari situ, pengguna bisa memasukkan kata sandi mereka.

Sayangnya, tidak disebutkan kapan fitur keamanan ini diperkirakan hadir pada sebuah smartphone.

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Artikel Selanjutnya
Samsung Siapkan Tablet untuk Anak-anak
Artikel Selanjutnya
Punya Chip Baru, Huawei Kian Optimistis Tantang Apple dan Samsung