Sukses

Aplikasi Ini Bantu Pemerintah Atasi Kebocoran Retribusi Parkir

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2017, potensi pendapatan parkir di Indonesia mencapai Rp 15,96 triliun per tahun dan akan meningkat hingga Rp 27,94 triliun per tahun pada 2021. Namun sayangnya, potensi pendapatan yang sangat besar tersebut belum terkelola secara optimal.

Salah satu contoh kasusnya adalah di Taman Galaxy 2 Bekasi. Dari potensi pendapatan parkir yang mencapai Rp 352 juta per bulan, ternyata yang dilaporkan kepada pemerintah daerah hanya sekitar Rp 12 juta per bulan.

Beberapa faktor penyebab hal tersebut disebabkan pengawasan yang masih konvensional sehingga sangat sulit untuk mendapatkan laporan transaksi yang transparan dan rawan terjadi penyelewengan oleh petugas di lapangan.

Untuk mengatasi permasalahan itu, PT Teknologi Kode Indonesia membuat aplikasi mobile bernama Juru Parkir untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan kebocoran retribusi parkir untuk area parkir jenis badan jalan (on street parking) menggunakan sistem deteksi pelat nomor kendaraan dan monitoring online.

“Idenya sederhana, bagaimana memastikan Juru Parkir bisa memberikan laporan sesuai dengan berapa jumlah kendaraan yang terlayani. Artinya, pendapatan optimal dari parkir bisa terpantau dan termonitor dengan baik lewat aplikasi ini,” ujar Abid, CEO Juru Parkir dalam keterangannya, Rabu (6/12/2017) di Jakarta.

Juru Parkir menawarkan solusi berupa sistem pengumpulan data transaksi parkir berbasis aplikasi mobile yang diintegrasikan dengan cloud server untuk menghasilkan laporan real time kepada pemerintah.

1 dari 2 halaman

Berstandar IP65

Solusi tersebut diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan transparansi laporan retribusi yang selama ini hampir mustahil dapat dilakukan dengan pengelolaan metode konvensional.

Untuk diketahui, aplikasi Juru Parkir ditanamkan pada perangkat khusus berupa Handheld Z2 dengan tingkat ketahanan alat terhadap lingkungan berstandar Ingress Protection (IP) 65 sehingga memenuhi standar penggunaan di lapangan oleh petugas parkir.

Adapun cara kerja aplikasi ini dirancang sesederhana mungkin sehingga memudahkan pertugas parkir dalam menggunakannya.

Teknologi Juru Parkir juga mendukung penerapan sistem transaksi parkir non-tunai sehingga konsumen mendapat alternatif metode pembayaran sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecurangan yang dilakukan petugas parkir.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Ikut Sumbang Pajak, Pembatasan Motor di Sudirman Tak Tepat
Artikel Selanjutnya
Menhub: Motor Dilarang Lewat Sudirman Bukan Diskriminasi