Sukses

Masuk Pasar Indonesia, Browser India Meranet Bidik Kelas Bawah

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka memasuki pasar Indonesia, India juga menghadirkan browser khusus yang bisa diakses oleh pengguna Tanah Air.

Browser bernama Meranet tersebut dikembangkan oleh pengembang produk dan layanan internet mobile DataWind.

Berbeda dengan browser lain yang sudah ada di smartphone, Meranet diklaim menyasar pengguna entry level yang hobi browsing.

Namun, untuk bisa mengakses internet via Meranet, pengguna harus merogoh kocek sebesar Rp 99.000. Setelahnya, pengguna bisa mengakses semua konten internet sepuasnya tanpa kuota sama sekali dalam waktu setahun.

Disampaikan Executive VP Datawind Rupinder Singh, untuk sekarang Meranet bisa diakses pengguna dengan operator Telkomsel dan Tri.

Ke depannya, Meranet akan bisa digunakan semua operator. Sayang, Singh tak mengungkap kapan browser ini bisa dipakai seluruh operator di Indonesia.

"Tujuan kami adalah mematahkan penghalang keterjangkauan akses internet. Bermitra dengan Datami, Telkomsel, dan Tri, Meranet menawarkan layanan akses internet yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia," tutur Singh kepada Tekno Liputan6.com di sela-sela konferensi India-ASEAN ICT Expo 2017, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Adapun daya tarik Meranet selain gratis kuota selama setahun adalah performa browsing yang lebih kencang dibanding browser lainnya.

1 dari 2 halaman

Kecepatan Meranet

"Kecepatan Meranet itu 30 kali lebih cepat ketimbang browser lain. Selain itu, keamanan browser ini juga terjamin dan sudah diverifikasi masing-masing operator yang telah bekerjasama," lanjutnya menambahkan.

Singh mengklaim pengguna Meranet di India kini telah mencapai 100.000 orang. Biaya akses tahunan Meranet di India sendiri lebih terjangkau ketimbang Indonesia.

Untuk di India, harganya bisa sekitar Rp 40.000 untuk jaringan 3G dan 4G, sedangkan untuk jaringan 2G Rp 20.000.

"Browser kami sebelumnya sudah ada dalam paket bundling di tablet Datawind yang dijual di India lebih dulu. Tablet 7 inci kami bernama "UbiSlate". 36 persen marketshare didominasi tablet tersebut," tandas Singh.

Meranet untuk saat ini baru hanya bisa digunakan di Android. Di Indonesia sendiri, pengguna sudah bisa mengunduhnya langsung dalam bentuk APK via situs web. Maranet akan hadir di Google Play Store dalam waktu dekat.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Penjualan Mobil ASEAN Positif, Kontribusi Indonesia Tertinggi
Artikel Selanjutnya
Dari Cikarang, Mitsubishi Xpander Menuju Mesir dan Bolivia