Sukses

Valuasi Spotify Kini Tembus Rp 257 Triliun

Liputan6.com, Stockholm - Valuasi Spotify terus meningkat pesat selama beberapa bulan terakhir. Kini, nilai valuasi layanan streaming musik tersebut sudah menyentuh angka US$ 19 miliar atau setara dengan Rp 257 triliun.

Peningkatan ini disebut meroket 20 persen, bahkan lebih tinggi dari peningkatan valuasi perusahaan-perusahaan teknologi lain di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Dalam aktivitas jual beli saham privat yang berlangsung belum lama ini, nilai saham Spotify sudah berada di angka lebih dari US$ 4.000 per lembar saham.

Sumber lain juga mengungkap nilai saham privat perusahaan asal Swedia tersebut mencapai US$ 4.200 yang otomatis membuat valuasi perusahaan mencapai 19 miliar. Demikian dikutip Tekno Liputan6.com via Venture Beat, Jumat (15/12/2017).

Pada kenyataannya, beberapa bulan terakhir--tepatnya pada awal musim gugur--valuasi Spotify justru masih menyentuh angka US$ 16 miliar.

Meroketnya nilai valuasi layanan streaming musik yang identik dengan warna hijau tersebut juga disebabkan pembelian sebagian besar saham Spotify oleh Tencent. Lewat raksasa teknologi asal Tiongkok itu, saham Spotify dibanderol US$ 5.000 per lembar.

Kabar lain juga menyebut Spotify akan mendaftarkan permohonan penawaran saham perdana (IPO, Initial Public Offering) ke pemerintah AS. Sayang, Spotify tidak mengungkap soal informasi IPO ini.

1 dari 2 halaman

Spotify Punya Sejumlah Layanan

Spotify adalah salah satu layanan streaming musik populer di Indonesia. Layanan ini memiliki sejumlah tipe berlangganan di luar Spotify Free, yaitu Premium, Family, Pelajar, dan PlayStation. Harga berlangganan pun beragam di tiap negara.

Untuk di Indonesia, di luar dari penawaran baru ini, biaya berlangganan bulanan Spotify Premium adalah Rp 49.990. Spotify Family memiliki harga berlangganan bulanan Rp 79.000 dengan maksimal lima akun.

Spotify telah cukup lama berkecimpung di industri streaming musik. Layanan asal Swedia ini pertama kali dirilis pada 7 Oktober 2008 dan dikembangkan oleh startup Spotify AB di Stockholm.

Spotify saat ini telah tersedia di banyak negara di kawasan Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Asia termasuk Indonesia. Selain hadir dalam bentuk aplikasi mobile, layanan ini juga tersedia dalam versi Windows, macOS, dan Linux.

Spotify memiliki lebih dari 140 juta pengguna aktif pada Juni 2017, dengan lebih dari 60 juta pelanggan berbayar pada Juli tahun yang sama.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pemegang Saham Tesla Makin Kaya, Elon Musk Baru Dapat Kompensasi
Artikel Selanjutnya
Iklan Televisi Industri Ritel Online dan Konvensional Turun