Sukses

Yuna, Asisten Virtual untuk Kebutuhan Fashion

Liputan6.com, Jakarta - Yuna, aplikasi matchmaker di bidang fashion berbekal kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) hadir untuk mengenali dan mempelajari gaya fashion dan preferensi pengguna.

"Kecerdasan buatan dan machine learning dapat membantu pembeli mengambil keputusan lebih cepat. Pengguna bisa memadupadankan produk yang ditawarkan oleh berbagai merek fashion," ujar CEO Yuna & Co, Winzendy Tedja dalam siaran pers, Sabtu (15/12/2017).

Sekadar informasi, Yuna dibekali fitur chat message, mulai proses awal pendaftaran, pemilihan gaya, hingga preferensi ke merek yang sesuai. Aplikasi ini memiliki chatbot yang cukup aktif sehingga dapat bekerja layaknya asisten pribadi.

Bersama Winzendy, Yuna dikembangkan juga oleh Antonius Murdhani (CXO) dan Roy Prawira (CTO) pada Oktober 2016. Aplikasi ini resmi diperkenalkan untuk versi iOS pada Mei dan versi Android pada Juli 2017.

"Di era hiper personalisasi, Yuna tampil dengan konten yang tepat dalam mencocokkan preferensi gaya pengguna. Semakin sering pengguna berinteraksi dengan platform, AI yang lebih pintar dan lebih intuitif akan menjadi dan semakin akurat dalam menjodohkan," pungkasnya.

Adapun saat ini tercatat ada 32 merek dengan lebih dari 500.000 SKU bergabung di layanan Yuna. Pihaknya menargetkan jumlah merek yang bergabung di Yuna mencapai 100 pada paruh 2018.

 

1 dari 2 halaman

Interaksi Layanan Pelanggan Mulai Diganti Chatbot

Untuk diketahui, beberapa startup lokal memang mulai mengimplementasikan teknologi chatbot ke dalam sistem produksi. Sebut saja SaleStock yang beberapa waktu lalu mulai menggantikan peran manusia dengan chatbot untuk melayani konsumennya.

Kondisi ini juga mendasari BBM memilih meluncurkan Application Program Interface (API) untuk chatbot. Kemampuan chatbot yang beragam juga menjadi alasan BBM siap menggulirkannya dalam waktu dekat. Pengguna dimungkinkan untuk memesan makanan, kendaraan, atau membeli kopi hanya dengan satu aplikasi.

Tak mau ketinggalan, Marketbiz.Net yang memiliki kekuatan digital marketing technology juga merilis layanan chatbot bernama Chatzbro. Layanan ini bisa digunakan secara massal oleh para pebisnis online. Layanan ini mengintegrasikan payment gateway paling simple (iPaymu.com) dan penghitungan logistik otomatis.

Chatzbro juga membuat chatbot khusus untuk hotel booking, food ordering, dan model bot virtual assistant lainnya. Untuk masyarakat Indonesia bisa mengotomasi bisnisnya dengan rule base Facebook Messenger.

Hal ini sangat memudahkan dalam skala bisnis offline ke online atau bisnis online yang sudah digunakan oleh pebisnis sebelumnya, untuk lebih mengoptimalkan layanan bisnisnya.

"Layanan Chatzbro terus akan disempurnakan sampai pada level logistik dan Facebook Marketing Automation untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan dalam berbisnis di internet (dengan ads atau organik)," kata CEO Marketbiz.Net Silvia Ratna.

Untuk diketahui, chatbot adalah program komputer yang bekerja di dalam aplikasi messenger, berinteraksi antar-pengguna dengan cara menirukan percakapan manusia. Beberapa waktu belakang ini popularitasnya makin meningkat, seiring dengan kemajuan algoritma yang menopangnya.

Fungsionalitasnya juga mulai beragam, mulai memberikan jawaban otomatis untuk layanan konsumen, sebagai layanan pemesanan hingga menjadi asisten virtual.

Lebih lanjut, Silvia menegaskan ada tiga alasan yang melandasi Chatzbro dirilis. Pertama adalah tidak menggunakan aplikasi dan simple cara menggunakannya. Alasan kedua, lanjutnya, membangun layanan pelanggan yang tidak pernah tidur.

"Alasan ketiga jangan pernah melewatkan komunikasi lagi. Jika kamu tidak menjual produk atau menjalankan chat messenger, maka apa manfaat yang bisa dilakukan chatbot? Penggunaan praktis yang paling penting dari chatbot adalah untuk layanan pelanggan," tutupnya.

(Cas/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Purana Hadirkan Keindahan Flora dan Fauna Nusantara dalam Fashion
Artikel Selanjutnya
Layaknya Manusia Hidup, Curhat dengan Robot Bukan Sekadar Mimpi