Sukses

Google Sertakan Penangkal Exploit Spectre di Update Terbaru

Liputan6.com, Jakarta - Google memastikan diri untuk melindungi para pengguna Android dari kerentanan yang baru saja dilaporkan ada di sejumlah prosesor modern. Model exploit baru bernama Spectre ini disebut dapat mencuri informasi sensitif perangkat termasuk, password.

Untuk itu, mengutip dari Phone Arena, Jumat (5/1/2018), Google menyebut telah menyertakan solusi untuk masalah tersebut dalam pembaruan keamanan Januari. Terlebih, perusahaan memastikan kerentanan ini masih terbatas di beberapa perangkat Android.

Pembaruan ini akan hadir pada Nexus 5X, Nexus 6P, Pixel C, Pixel dan Pixel XL, termasuk Pixel 2 dan Pixel 2 XL. Karena itu, pembaruan keamanan ini akan melindungi seluruh perangkat yang menjalankan sistem operasi open source.

Semua perangkat tersebut akan mendapatkan upgrade ke OS Android 8.1 Oreo, yang telah dirilis oleh Google pada bulan lalu. Android anyar itu hadir dengan sejumlah fitur baru, seperti menu transparan Quick Settings termasuk tema "light" dan "dark" 

Tak hanya Android, Google juga memastikan layanan lain, seperti Google Search, YouTube, Google Ads, Maps, Blogger, termasuk data konsumen tersimpan aman.

Perusahaan juga menjamin hal itu berlaku di Gmail, Calendar, Drive, Docs, termasuk layanan Google lain. Raksasa internet itu juga menghadirkan pembaruan untuk Google Chrome OS yang dipasang di Chromebook atau perangkat lain. 

Sekadar informasi, baru-baru ini sejumlah perusahaan teknologi memang digegerkan dengan celah keamanan yang ditemukan oleh sejumlah peneliti keamanan. Alasannya, celah keamanan ini ada di prosesor modern yang ada di perangkat terbaru.

 

1 dari 2 halaman

Meltdown dan Spectre

Celah keamanan yang diberi nama Meltdown dan Spectre ini sebenarnya memiliki metode serupa. Akan tetapi, keduanya menyasar tipe prosesor yang berbeda.

Meltdown, menurut peneliti, hanya menyerang prosesor Intel saja, sedangkan Spectre memiliki jangkauan yang lebih luas. Selain Intel, celah keamanan ini juga ditemukan di AMD dan ARM.

"Meltdown dan Spectre memanfaatkan kerentanan pada prosesor modern. Bug ini memungkinkan program mencuri data yang sedang diproses di komputer," tutur peneliti keamanan yang mengetahui celah keamanan ini seperti dikutip dari Android Central.

Pada keadaan itu, biasanya sebuah program sebenarnya tak memiliki izin untuk membaca program lain. Namun dengan program berbahaya, celah keamanan Meltdown dan Spectre dapat menyimpan informasi rahasia yang disimpan program berjalan di dalam memori.

"Informasi itu yang disimpan itu mencakup password yang ada di password manager atau browser, foto pribadi, email, pesan instan, termasuk dokumen rahasia untuk keperluan bisnis," tulis para peneliti di situs meltdownattack.com.

Sejumlah perusahaan pun dilaporkan telah mempersiapkan solusi untuk mencegah hal lebih buruk terjadi. Selain Google, Microsoft dan Apple dilaporkan telah merilis patch darurat untuk perangkat yang menjalankan Windows 10 dan macOS secara bertahap.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Gandeng Tencent, Google Siap Hadir di Tiongkok?
Artikel Selanjutnya
Google Bantah Rilis Aplikasi Maps di Tiongkok