Sukses

Puing Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Jatuh ke Bumi Maret 2018

Liputan6.com, Beijing - Stasiun luar angkasa milik Tiongkok, Tiangong, akhirnya akan jatuh ke Bumi dalam waktu dekat. Tepatnya, stasiun luar angkasa ini akan jatuh pada Maret 2018. Namun, tidak diketahui kapan dan di mana Tiangong akan jatuh ke Bumi.

Tiangong merupakan stasiun luar angkasa yang ukurannya cukup besar. Bahkan, beratnya bisa berkisar di 9.500 kilogram dan memiliki banyak komponen.

Dengan demikian, astronom memperkirakan 10-40 persen bagian dari bangkai stasiun luar angkasa akan memasuki atmosfer. Jika dihitung, sekitar 1-4 ton puing (debris) akan mendarat di Bumi.

Dengan puing sebanyak itu, operator stasiun luar angkasa seharusnya menggunakan sisa bahan bakar untuk mengirim puing ke luar orbit agar bisa mendarat di bagian Bumi yang aman. Jika memungkinkan, mereka juga bisa menggiring pesawat lain untuk membawa puing jatuh di tempat yang diperkirakan.

Sebetulnya, satelit maupun pesawat luar angkasa lain--jika masa operasionalnya sudah selesai--sudah pasti akan jatuh ke atmosfer. Namun permasalahannya, tidak ada satu pun yang tahu di mana letak stasiun luar angkasa yang sudah beroperasi sejak 2011 ini.

1 dari 3 halaman

Di Mana Jatuhnya?

Meski belum diketahui lokasi pendaratannya, United States Space Surveillance Network dan beberapa lembaga antariksa negara lain memprediksi Tiangong akan jatuh di titik koordinat 43 derajat utara hingga 43 derajat selatan.

Untungnya, area tersebut dipastikan aman karena tidak berpenghuni dan berupa samudera. Mereka juga berkata, masyarakat tidak usah panik karena kemungkinan stasiun luar angkasa menabrak wilayah pemukiman padat penduduk sangat kecil.

Kemungkinannya bahkan diibaratkan 1:10.000. Puing yang jatuh pun tidak akan berbentuk bongkahan besar, tetapi akan lebih kecil dan akan tercecer dalam radius beberapa mil.

2 dari 3 halaman

Stasiun Paling Canggih Besutan Tiongkok

Sekadar informasi, Tiangon diluncurkan pada 2011. Ia menjadi simbol akan kemutakhiran inovasi teknologi Tiongkok. Pada 2012, stasiun tersebut dihuni oleh astronot wanita Tiongkok pertama, Liu Yang.

Walau ukurannya kecil ketimbang stasiun luar angkasa lain--apalagi ISS (International Space Station)--Tiangong dianggap berpengaruh bagi dunia aeronautika Tiongkok. Ia bahkan digadang-gadang membawa misi dan mimpi akan masyarakat Tiongkok untuk melihat luar angkasa di masa depan.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Heboh Meteor Meledak di Langit Michigan, Ini Kata NASA...
Artikel Selanjutnya
Pesawat Membawa 6 Penumpang Hilang di Kepulauan Bahama, Jatuh?