Sukses

APJII Siap Beberkan Tren Internet 2017, Mobile Masih Mendominasi

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) akan merilis hasil survei penggunaan internet sepanjang 2017. Rencananya, hasil survei tersebut akan diungkap akhir bulan ini.

"Saat ini masih proses survei, jadi kami masih belum membeberkan data final. Hampir pasti, ada peningkatan dari data tahun lalu. Kalau tidak, kami yang bingung," tutur Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi ditemui usai konferensi pers Miss Internet Indonesia 2018 di Serpong, Banten (10/1/2018), kemarin.

Meski, hingga saat ini ia belum dapat mengungkap jumlah peningkatan dari tahun sebelumnya, ia memerkirakan tak ada perubahan mendasar dari tren penggunaan internet di tahun ini ketimbang 2017.

"Tren internet kemungkinan besar masih didominasi mobile, tapi angkanya jelas berbeda. Sementara untuk segmen tak tak jauh berbeda, karena memang tak ada terobosan teknologi," ujarnya menjelaskan.

Namun, ia mengakui ada kemungkinan tren tersebut dapat berubah apabila nanti ada akses internet yang memanfaatkan satelit. Sebab, ke depannya akses internet dengan satelit akan menawarkan biaya lebih murah.

Sekadar informasi, APJII sebelumnya merilis survei mengenai jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta pada 2016. Sementara populasi penduduk Indonesia saat itu 256,2 juta orang.

Dari angka pengguna tersebut, 47,5 persen ternyata adalah wanita, sedangkan 52,5 persen lainnya adalah pria. Masih menurut survei tersebut, 65 persen atau sekitar 86,3 juta pengguna internet di Indonesia berada di Jawa.

Adapun di luar Jawa, pengguna internet Indonesia berturut-turut tersebar paling banyak di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa, serta Maluku dan Papua.

Untuk pengambilan data, APJII melakukan survei lapangan dan tatap muka dengan metode multi stage random sampling.

1 dari 2 halaman

Internet Cepat via Satelit Siap Mengudara di 2018

APJII sendiri bekerja sama dengan Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) siap menghadirkan program internet cepat berbasis satelit. Layanan ini ditargetkan komersial pada awal 2018.

"Mudah-mudahan satelit ini bisa beroperasi pada Maret tahun ini. Dalam tahap pertama ini, kami masih memakai satelit milik perusahaan asing yang berada di Indonesia," tutur Henri yang juga Ketua KDIM.

Satelit Rakyat Indonesia (SATRIA) ini akan diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi masalah terkait ketersediaan jaringan infrastuktur akses internet. Program ini akan dijalankan secara bertahap.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
XL Rilis Paket Xtra Kuota 30GB Rp 10 Ribu
Artikel Selanjutnya
5 Prediksi Tren e-Commerce di Indonesia pada 2018