Sukses

Tender Proyek Satelit Indonesia Dibuka Kuartal II 2018

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengungkapkan tender proyek satelit telekomunikasi Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite, akan dibuka pada kuartal II 2018.

Proyek dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini untuk membuka akses internet di wilayah tertinggal dan terpencil di Indonesia.

"Tender dibuka semester pertama, tapi mungkin di kuartal II karena sekarang masih dalam proses penyelesaian studi pasar. Tender ini mulai dari untuk merancang, membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit. Tahun ini juga diharapkan sudah ditetapkan pemenangnya," tuturnya ditemui di HUT ke-8 Bukalapak di Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Jika tak ada aral melintang, satelit tersebut akan diluncurkan pada akhir 2021 atau awal 2022 mengingat untuk membangun satelit dibutuhkan waktu sekira 30 bulan.

Rudiantara mengungkapkan pihaknya belum mengetahui perihal slot orbit yang akan ditempati oleh satelit tersebut. Pasalnya, tujuh slot orbit milik Indonesia yang dioperasikan oleh operator sudah digunakan semuanya.

"Slot orbitnya kita belum tahu, karena itu pesertanya nanti juga harus bawa slot orbit. Untuk menyiapkan satu slot orbit baru memakan proses paling tidak tujuh tahun, jadi jalan keluarnya ya kita akuisisi," jelasnya.

Lebih lanjut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Kemkominfo menawarkan proyek Satelit Multifungsi Pemerintah senilai Rp 7,7 triliun tersebut kepada para investor. Kegiatan ini dinamakan Pre-Market Sounding proyek Satelit Multifungsi Pemerintah.

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada calon investor tentang keberadaan proyek, serta mendapatkan masukan dari calon investor terhadap model investasi yang ditawarkan. Masukan dari investor ini menjadi bahan penyempurnaan prastudi kelayakan yang sedang disusun pemerintah. Investasi proyek ini sebesar Rp 7,7 triliun dengan masa konsesi 15 tahun.

1 dari 2 halaman

Penetrasi Internet Lebih Luas

Palapa Ring merupakan program pemerintah untuk menghadirkan layanan internet broadband untuk berbagai daerah Indonesia, utamanya di daerah terpencil dan terluar yang selama ini belum digarap oleh operator telekomunikasi.

Harapan pemerintah, dengan infrastruktur Palapa Ring, operator telekomunikasi bisa menyebarkan koneksi internet di sana. Adapun, satelit ini diklaim mampu menghadirkan kecepatan akses internet hingga 100Gbps untuk wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh proyek Palapa Ring.

High Throughput Satellite sendiri diutamakan untuk sektor pendidikan, kesehatan, kepolisian, pertahanan, keamanan dan pemerintahan dalam negeri. Rudiantara mengungkapkan saat ini masih banyak sekolah dan puskesmas yang belum tersentuh oleh akses internet, sehingga ia berharap kehadiran High Troughput Satellite dapat memberikan dampak besar.

Mengingat High Troughput Satellite yang baru akan dirilis pada akhir 2021 atau awal 2022, pemerintah berencana menyewa satelit dengan teknologi yang sama terlebih dahulu. "Kita tidak akan menunggu sampai satelit kita ada di slotnya sana. Kalau masih ada kapasitas High Troughput lain, kita akan sewa dahulu. Jadi begitu satelit kita ada, tinggal diganti saja," ungkapnya.

Rudiantara mengungkapkan saat ini di Indonesia ada sekira 226 ribu sekolah, tapi 80 ribu di antaranya belum tersentuh internet. Sisanya pun, kata Rudiantara, belum maksimal memanfaatkan internet.

"Yang 140 ribuan pun kurang lebih menggunakan internetnya hanya di ujung proses yaitu saat ujian negara berbasis komputer. Pemerintah ingin internet itu dipakai sebagai bagian dari proses belajar mengajar dan mereka bisa memanfaatkannya untuk mencari solusi yang sifatnya global, sehingga SDM kita ke depannya bisa menjadi lebih kuat lagi," tutur tuturnya.

(Din/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Kualitas Fiber Optic di Indonesia Bakal Setara Silicon Valley
Artikel Selanjutnya
Menteri Rini: Pesawat N219 Nurtanio Terbangi Langit Papua di 2019