Sukses

Square Enix Tak Haramkan Loot Box, Asal...

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan loot box dalam sebuah gim masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Kendati demikian, tak sedikit pengembang yang sudah menentukan sikap terkait keberadaan loot box dalam permainan.

Salah satunya adalah Square Enix yang menyebut sebenarnya tak mempermasalahkan soal loot box dalam gim, selama tak mengganggu pengalaman bermain. Hal itu diutarakan oleh CEO Square Enix, Yosuke Matsuda dalam wawancara dengan Metro.

"Namun akan sangat buruk apabila memiliki loot box yang dapat mengurangi pengalaman bermain, atau mengganggu pemain," tuturnya seperti dikutip dari Ubergizmo, Minggu (21/1/2018).

Karenanya, ia menuturkan, pengembang harus memikirkan keseluruhan permainan saat ingin menyertakan loot box dalam gimnya. Selain itu, pengembang juga harus memastikan loot box tersebut cocok dengan keseluruhan desain sebuah gim.

Sekadar informasi, kontroversi loot box sendiri baru-baru ini mengemuka setelah implementasi metode tersebut di Star Wars: Battlefront. Sejumlah pemain menyebut penerapan loot box di gim tersebut terlalu berlebihan.

Hal ini pun mengundang perdebatan di antara pemain. Bahkan, tak sedikit pemain menyebut gim perang bintang besutan Electronics Arts (EA) ini berpotensi menciptakan kompetisi perjudian.

Komisi pemerintah Australia yang mengatur regulasi perjudian dan minuman keras (VCGLR) memang membenarkan metode loot box dalam gim apapun dianggap sebagai perjudian.

Meski mengklaim loot box memicu kompetisi perjudian, pemerintah Australia pada kenyataannya belum memblokir gim yang mengandung konten tersebut.Pasalnya, pemerintah terkendala masalah yuridiksi dan tidak memiliki wewenang untuk mengulik hal ini.

1 dari 2 halaman

Apa Itu Loot Box?

Sebagai informasi, loot box merupakan sistem 'peti hadiah' yang bisa di-redeem dengan membayarkan sejumlah uang betulan. Biasanya, loot box memberikan item secara acak.

Di beberapa judul gim, pengembang hanya menghadirkan loot box berisikan item yang sifatnya kosmetik biasa, tapi tak sedikit pula pengembang gim memasukkan sejumlah equipment yang bisa memengaruhi gameplay.

Secara singkat, semakin mahal loot box yang dibeli, semakin bagus pula equipment yang gamer dapatkan dan miliki. Dengan begini, karakter di dalam gim pun akan semakin unggul ketimbang gamer yang belum pernah membeli loot box.

Fenomena loot box pun kini semakin banyak diperdebatkan oleh berbagai pihak, mulai dari pengembang gim, gamer hingga sampai pihak berwenang sekalipun.

Karena itu, EA akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan fitur mikrotransaksi di dalam gim Star Wars: Battlefront 2 yang baru saja mereka rilis di pasaran. Hal ini dilakukan setelah perusahaan mendapatkan teguran dari beberapa pihak berwenang.

(Dam/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
Ingkar Janji Soal Avengers: Infinity War, Fans Murka ke Marvel
Artikel Selanjutnya
Mobile Legends Jadi Gim Mobile Paling Hits Sepanjang 2017