Sukses

Warganet Twitter Pertanyakan Gempa Terus Terjadi

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta dan sekitarnya kembali diguncang gempa bumi. Tak seperti gempa pada Selasa (23/1/2018) yang guncangannya sangat terasa, gempa pada Jumat (25/1/2018) ini skalanya lebih rendah yakni 5,2 Skala Richter (SR).

Warganet Twitter banyak yang mengatakan bahwa mereka tidak menyadari guncangan gempa. Kendati begitu, tidak sedikit juga yang mempertanyakan kenapa gempa sering terjadi belakangan ini.

Pantauan Tekno Liputan6.com di linimasa Twitter Indonesia, banyak yang mempertanyakan kebenaran kabar gempa bumi tersebut.

Misalnya saja dicuitkan oleh pengguna dengan akun @_baesujiw. "Gempa dimana?" cuitnya.

Pengguna lainnya dengan akun @dalhaenimi juga bertanya hal serupa. "Emang gempa lagi?!?" tulis dia di Twitter.

Tidak hanya mempertanyakan, beberapa pengguna Twitter malah tidak merasakan getaran gempa yang pusatnya dari Lebak, Banten ini.

Pemilik akun @peggypingkan justru mencuit dirinya tidak merasakan guncangan gempa. "Ga engeh ada gempa, ga kerasa," demikian isi twitnya.

1 dari 3 halaman

Kicauan Warganet

Sejumlah pengguna lainnya mempertanyakan mengapa gempa sering terjadi belakangan ini.

Pemilik akun @johanesmarjuki mencuit, "gempa mulu kayaknya dari kemarin. Lagi musim apa gimana deh?"

Begitu juga dengan pengguna dengan akun @Hanaikaoctvn yang mengeluhkan kenapa gempa terjadi lagi, diikuti tanda emoji sedih.

 

 

2 dari 3 halaman

Gempa 5,2 SR

Gempa bumi kembali terasa di Jakarta. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, lindu berpusat di Lebak, Banten.

Gempa yang terjadi pada Jumat (26/1/12018) pukul 11.48 WIB ini berkekuatan 5.2 skala Richter. Pusat gempa di 7,23 Lintang Selatan - 105,99 Bujur Timur, tepatnya 79 km Barat Daya Lebak, Banten.

BMKG menyatakan, gempa dengan kedalaman 11 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.

(Tin/Din)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Top 3 News Hari Ini: Fakta di Balik Isu Gempa terkait Gerhana
Artikel Selanjutnya
Ahli: Gempa Beruntun, Zona Tektonik Selatan Jawa Semakin Aktif