Sukses

Usia Ideal untuk Menjadi Atlet eSports

Liputan6.com, Malang - Sepintas, eSports hanyalah dianggap sebagai sebuah pertandingan gim yang penuh dengan adu kecerdasan strategi dipadu kecepatan otak dan tangan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dari para pemainnya. Namun, tahukah kamu, dibutuhkan fisik yang prima untuk bisa melakukan itu semua.

Ya, menjadi seorang atlet eSports yang profesional tidak semudah yang dikira. Jangan bayangkan kamu cuma perlu duduk di depan PC untuk bermain gim.

Manajer Tim BOOM.id, Brando Oloan atau yang akrab disapa Bram, mengatakan sejatinya para gamer harus menjaga fisik agar bisa bermain profesional. Namun sayangnya, di Indonesia belum ada pelatihan fisik seperti halnya yang diterapkan di luar negeri.

"Idealnya harus ada latihan fisik untuk melatih fokus dan fisik kita saat bermain gim. Kita juga harus mempunyai disiplin dan attitude karena kita bermain dalam tim. Sebelum bertanding juga harus menjaga stamina," paparnya di acara seminar tentang Friendship Game di Bina Bangsa School, Malang, Jawa Timur.

Sementara itu dilihat dari sisi umur, sebetulnya belum ada aturan yang menjelaskan sampai usia berapa seseorang bisa berkarier di eSports. Namun, berdasarkan pengalaman Christian Suryadi, iCafe Manager dari Nvidia Indonesia, usia emasnya berada di kisaran SMA hingga kuliah karena fisik masih kuat.

Hal senada disampaikan Bram. "Di eSports belum ada batasan umur karena belum ada cara untuk memperpanjang karier di eSport. Yang saya lakukan, dari awalnya sebagai player kini jadi manager tim," tambah Bram.

Pada kesempatan yang sama, gamer profesional Gisma Setiayuda alias Melon menambahkan, "Di luar negeri, sebagai komentator, semakin tua semakin banyak dicari karena dari segi pengalaman."

Menurut Melon, tak perlu takut berkarier di eSport karena semakin canggih teknologi maka gim-gimnya pun akan semakin berkembang. Kita tidak perlu pandai memainkan gimnya, cukup mengerti secara teorinya lalu menjadi komentator.

Dari sisi perkembangan psikologi, Yudi Suharsono, psikolog dari Universitas Muhamadiyah Malang, menjelaskan bahwa di eSport mungkin memang belum ada kelas-kelasnya berdasarkan umur.

Akan tetapi, menurutnya, 17 tahun adalah umur yang ideal bagi seseorang untuk menentukan pilihan berkarier di eSports karena secara fisik masih bugar dan sudah bisa bertanggung jawab terhadap pilihannya.

 

 

1 dari 2 halaman

Kualitas Mental Diuji

"Di eSports kualitas mental diuji. Umur 17 tahun paling tidak mereka sudah mulai menjadi pribadi yang positif. Misalnya memilih tidak menjadi pemain, tapi jadi manager atau komentator. Ini kaitannya dengan kematangan mentalnya," papar Yudi.

eSports pada dasarnya adalah bidang yang sangat positif untuk ditekuni oleh generasi digital karena dunia ini menawarkan nilai-nilai sosial, sportivitas, kedisiplinan, kecerdasan, kreativitas, serta potensi ekonomi yang menjanjikan.

Kepala Sekolah SMA PSKD 1 Jakarta, Yohannes P. Siagian, menilai eSports dapat membantu para murid agar bisa survive dengan dunia yang akan mereka hadapi nanti. Dan eSports adalah salah satu alat yang bisa membantu untuk itu.

Sekilas orang melihat gim sebagai hal yang negatif karena menyita waktu proses belajar. Namun, sebetulnya itu salah karena gim itu secara natural dipakai untuk mengajarkan skill-skill hidup. eSports, kata Yohannes, sangat penuh dengan unsur-unsur pendidikan yang sebetulnya diperlukan anak-anak agar mereka sukses.

"Ada team work, problem solving, creative thinking, dan sebagainya. Ini dibutuhkan agar bisa sukses dalam hidupnya", tutup Yohannes.

(Dew/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Ratchanok Intanon Terinspirasi Pebulutangkis Indonesia
Artikel Selanjutnya
Lolos ke 8 Besar, Liliyana / Tontowi Waspadai Zhang Nan