Sukses

Microsoft dan Google Cekal Gim Bunuh Diri Logan Paul

Liputan6.com, Jakarta - Masih hangat soal kontroversi vlogger Logan Paul, kini ada gim bunuh diri terinspirasi dari kelakuannya yang muncul di beberapa platform.

Gim tersebut mengusung tema bunuh diri dari kontroversi dalam video Logan Paul yang memancing emosi netizen. 

Gim dengan judul Logan Paul: Suicide Forest Run terinspirasi dari vlog Logan Paul yang memperlihatkan sesosok mayat yang mati akibat bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang.

Gim ini sudah dirilis sejak Januari 2018 dan hadir di perangkat Android dan Xbox One. Gim tersebut dibesut oleh pengembang indie bernama Felipe Orion.

Gameplay dari gim ini terbilang sederhana, tetapi cukup membuat pemainnya tidak nyaman. Pasalnya, pemain harus mengontrol Logan Paul berlari-lari di hutan Aokigahara untuk mencari mayat yang meninggal akibat bunuh diri.

Tahu karena gim ini bakal memicu kontroversi besar, Microsoft dan Android pun cepat-cepat memblokir gim tersebut dari platform mereka. 

Community Manager Xbox Larry Hryb juga menanggapi hal dengan sigap. "Ini sudah ditangani," ujar Hryb beberapa waktu lalu.

Google sendiri belum memberikan keterangan resmi. Namun pantauan Tekno Liputan6.com, saat kami mengunjungi Play Store, gim tersebut sudah tidak ada lagi.

1 dari 3 halaman

Dikecam karena Kelakuan Tak Sopan

Tak cuma menampilkan mayat, Logan Paul sebelumnya juga dikenal sebagai vlogger dengan kelakuan nyeleneh dan tak sopan. 

Dalam sebuah video berjudul Real Life Pokemon in Tokyo, Paul terlihat mengganggu orang-orang yang sedang beraktivitas.

Dia melemparkan boneka Poke Balls kepada seorang polisi, mobil, sepeda, dan orang-orang yang lewat di jalanan.

Bukan hanya itu, kelakuan mengganggu lain yang dilakukan oleh Logan Paul adalah memelorotkan celananya di tengah keramaian.

Dalam sebuah video, Paul mengatakan, "Sumpah, Tokyo merupakan tempat bermain yang sangat besar. Mungkin tidak. Mungkin saya harus berhenti. Mungkin tidak."

Aksi tak sopan vlogger asal Amerika Serikat ini pun ditonton oleh penonton dari Jepang dan mendapat kecaman. "Aku tak mengerti alasan orang seperti ini bisa terkenal," kata salah satu penonton.

Warga Jepang lainnya mengecam dan mengatakan, "Jangan datang ke Jepang lagi."

"Sangat murahan dan tak penting. Kelakuannya sangat mengecewakan," kata penonton lain yang juga merasa marah.

Sayangnya, video ini muncul setelah pria 22 tahun itu meminta maaf karena telah menampilkan mayat di hutan bunuh diri Aokigahara. Sampai saat ini, Paul yang biasanya aktif di medsos mendadak bungkam setelah video tak sopan itu beredar.

2 dari 3 halaman

Comeback dengan Video Menyentuh

Dalam vlog teranyarnya, Logan Paul mengemas konsep yang sangat kontras dibanding video-video yang pernah ia buat.

Jika di vlog terdahulu ia kerap berulah nyeleneh dan memicu kontroversi, di video berdurasi tujuh menit ini Logan Paul justru hadir lebih sopan dan lembut.

Video berjudul "Suicide: Be Here Tomorrow" itu memberikan edukasi soal pencegahan upaya tindak bunuh diri dalam narasi yang menyentuh.

"Ini adalah awal yang baru bagi saya dalam mengedukasi diri sendiri serta orang lain, khususnya dalam hal bunuh diri," kata Logan Paul dalam video yang kini sudah disaksikan lebih dari 12 juta pasang mata tersebut.

Di sepanjang video, Logan juga mengundang orang-orang yang sempat melakukan aksi bunuh diri. Mereka juga berbagi kisah pengalaman mengapa mereka hampir bunuh diri dan pada akhirnya tetap memilih untuk hidup.

Salah satu orang yang diundang adalah Kevin Hines, pria berusia 19. Ia mengaku pernah hampir loncat dari atas jembatan Golden Gate di San Francisco. Kisah pilu yang dialami Hines juga membuat Logan Paul tersentuh.

(Tom/Jek)

 

Artikel Selanjutnya
NBA All-Star: LeBron Pilih Durant, Curry Andalkan Harden
Artikel Selanjutnya
Celah Keamanan di Gim Besutan Blizzard Ancam 500 Juta Gamer