Sukses

Canggih, Kacamata Pintar Intel Usung Teknologi Laser

Liputan6.com, Jakarta - Intel akhirnya memamerkan prototype kacamata pintar mereka. Selama ini, perangkat kacamata pintar yang djual di pasaran biasanya cuma dikenal lewat Google Glass.

Namun, kacamata pintar yang satu ini menawarkan inovasi baru dengan kemampuan yang lebih baik dari Google Glass yang diberi nama Vaunt.

Meski memiliki kemampuan yang baik dan tidak memiliki kamera, speaker, maupun mikrofon, Intel mengandalkan fitur yang lebih sederhana pada Vaunt.

Vaunt digunakan memang bukan sekedar untuk foto-foto atau merekam, akan tetapi untuk membantu pengguna dengan mudah melihat data-data yang ia butuhkan. Demikian yang dilansir The Verge, Rabu (7/2/2018).

Intel mencontohkan, ketika pengguna sedang membutuhkan arah, Vaunt akan menunjukan arah yang perlu dituju pengguna.

Apakah itu berarti di lensa Vaunt terdapat layar? Tidak. Intel melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi laser yang memproyeksikan citra di retina pengguna kacamata pintar tersebut.

Mark Eastwood, Direktur Desain Industrial dari NDG menyatakan, laser yang digunakan adalah laser yang tidak berbahaya.

"Ini adalah laser kelas satu. Laser memiliki daya yang begitu rendah sehingga tidak butuh (untuk disertifikasi), dan dalam hal ini, dayanya sangat rendah yang berada di ujung bawah laser kelas 1," kata Eastwood.

Untuk informasi, laser kelas satu adalah tingkatan jenis klasifikasi laser yang diklaim aman dalam penggunaan.

Tahun ini juga, Intel akan terus mengembangkan kacamata pintar mereka sehingga dapat mengakomodasi aplikasi-aplikasi yang tersedia pada smartphone agar bisa dijalankan pada Vaunt.

1 dari 3 halaman

Penampilan yang Elegan Menuai Pujian

Para pengamat teknologi pun berbondong-bondong memuji penampilan kacamata pintar Intel karena berbeda dengan Google Glass.

Tech Radar mengatakan, "Akhirnya ada kacamata cerdas yang bentuknya tak seperti aksesoris kepala milik Borg (karakter antagonis di Star Trek)."

Tech Radar juga menyindir Google Glass. Menurut mereka, kacamata pintar besutan Intel tersebut justru membuat Google Glass tampak seperti monocle (kacamata satu lensa) kuno.

2 dari 3 halaman

Tampak Seperti Kacamata Biasa

Apabila tampilan Google Glass terlihat "berat", kacamata besutan Intel malah tampak serupa dengan kacamata yang biasa kita lihat sehari-hari, sehingga orang lain belum tentu sadar bahwa kacamata tersebut adalah kacamata pintar.

Salah satu tujuan pengembang Vaunt adalah untuk memastikan pengguna bisa memakai kacamata pintar ini sepanjang hari dan merasa seperti memakai kacamata biasa.

(Tom/Jek)

 

Artikel Selanjutnya
Ups, 3 Aplikasi Ini Ternyata Bikin Baterai Smartphone Boros
Artikel Selanjutnya
Xiaomi Resmi Umumkan Kehadiran MIUI 10