Sukses

Alibaba Kantongi Rp 172 Triliun di Penghujung 2017

Liputan6.com, Beijing - Raksasa e-Commerce Alibaba mengumumkan laporan finansial kuartal IV yang berakhir pada 31 Desember 2017. Menurut perusahaan, kuartal keempat di akhir 2017 menjadi periode yang memuaskan.

Salah satu pemicu utama karena menguatnya daya beli konsumen di Tiongkok serta layanan inovatif yang disediakan untuk pedagang dan konsumen.

“Kami gembira dengan adanya momentum berkelanjutan di ‘New Retail’ setelah pecahnya rekor 11.11 Global Shopping Festival," ujar CEO Alibaba Group Daniel Zhang, dalam keterangan resminya seperti Tekno Liputan6.com kutip pada Selasa (13/2/2018).

"Kami memperluas jangkauan dan jejak kami dalam inisiatif ‘New Retail’ melalui penggabungan ritel online dan offline untuk meningkatkan pengalaman konsumen melalui teknologi mobile dan teknologi untuk perusahaan ritel," sambungnya.

CFO Alibaba Group Maggie Wu juga mengungkap pertumbuhan pendapatan Year-over-Year (YoY) perusahaan asal Tiongkok ini meroket 56 persen. Dengan demikian, perusahaan mengantongi pendapatan sebesar US$ 12,7 miliar atau setara dengan Rp 172 triliun.

"Kami menargetkan pendapatan tahun fiskal 2018 sebesar 55-56 persen, naik dari target yang kami sampaikan sebelumnya yaitu 53 persen. Hal ini berkat kinerja dan visibilitas kami yang kuat menjelang akhir tahun fiskal," ujarnya.

1 dari 3 halaman

Pendapatan Bisnis Utama

Selain pendapatan keseluruhan, Alibaba juga mengungkap pendapatan bisnis utamanya naik sebesar 57 persen secara YoY hingga US$ 11,2 miliar (Rp 152 triliun).

Untuk pendapatan dari bisnis Cloud Computing, naik 104 persen secara YoY hngga US$ 533 juta atau Rp 7,2 triliun.

Adapun pendapatan dari media digital dan hiburan naik 33 persen secara YoY hingga US$ 832 juta atau setara dengan Rp 11,3 triliun.

2 dari 3 halaman

Pencapaian Lain

Untuk lebih lengkap, berikut daftar pencapaian bisnis Alibaba lainnya.

  • Konsumen aktif tahunan di pasar ritel Tiongkok mencapai 515 juta, bertambah 27 juta dalam periode 12 bulan yang berakhir pada 30 September 2017
  • Pengguna mobile bulanan di pasar ritel Tiongkok mencapai 580 juta pada Desember 2017, bertambah sebanyak 31 juta dari September 2017
  • Pendapatan bersih sebesar US$3,5 miliar, pendapatan operasional US$3,9 miliar, dan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan sebesar US$5,5 miliar. Margin operasional sebesar 31 persen, margin EBITDA yang disesuaikan sebesar 44 persen, dan margin laba sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITA) disesuaikan untuk perdagangan inti sebesar 53 persen.
  • Laba per lembar saham terdilusi (diluted Earnings Per Share) mencapai US$1,41 dan laba per lembar saham terdilusi (non-GAAP) sebesar US$1,63
  • Kas bersih dari aktivitas operasional mencapai US$8,4 miliar dan arus kas bebas non-GAAP sebesar $7 miliar

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Intip 4 Emiten Masuk Jajaran Terbaru Saham Teraktif
Artikel Selanjutnya
Top 3: Harta Jeff Bezos Melonjak Rp 35 Triliun