Sukses

Meski Menor, Dandanan Presenter Olimpiade Ini Tuai Pujian Warganet

Liputan6.com, Jakarta - Setiap kali Olimpiade diadakan, biasanya selalu muncul sosok-sosok atlet muda yang mencetak prestasi.

Lain halnya dengan Olimpiade Musim Dingin yang diadakan di Pyeongchang, Korea Selatan, pada tahun ini. Sorot mata penonton langsung tertuju pada pembawa acaranya.

Pembawa acara Johnny Weir dan Tara Lipinski yang memandu acara Olimpiade sebagai komentator, menarik perhatian penonton dan berbagai media karena dandanannya yang mentor tapi flamboyan. Sontak saja dandanannya menjadi viral.

Dandanan Johnny Weir dan Tara Lipinski membuat mereka seperti memandu acara di film Hunger Games. Untuk lebih lengkap, berikut beberapa kicauan warganet yang berkomentar pada dandanan keduanya.

Pakaian penuh gemerlap yang dikenakan Johnny Weir saat menjadi komentator Olimpiade, mengingatkan warganet dengan pakaian yang dikenakan Caesar Flickerman selaku pemandu acara di Hunger Games.

Rambut mereka pun sangat mirip. Sementara itu, Tara Lipinski mengingatkan warganet ke tokoh Effie Trinket, mentor centil yang mendampingi Katniss Everdeen.

 

1 dari 3 halaman

Atlet Berprestasi

Meski penampilannya agak berlebihan, Johnny Weir ternyata adalah seorang atlet berprestasi yang sudah memiliki segudang prestasi nasional dan internasional di bidang seluncur indah.

Pria berusia 33 tahun ini juga hobi merancang baju dan pernah berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin pada tahun 2006 dan 2010.

Tara Lipinski juga merupakan atlet seluncur indah yang meraih banyak medali emas di akhir 1990-an. Prestasi paling hebat Tara adalah mendapatkan medali emas di Olimpiade Musim Dingin di Nagano pada 1998.

Hebatnya lagi, usia Tara Lipinski baru menginjak 15 tahun ketika memenangi medali emas Olimpiade.

 

2 dari 3 halaman

Olimpiade Pyeongchang Sempat Diserang Hacker

Isu lain yang sempat menimpa Olimpiade adalah adanya serangan hacker yang mencoba menyerang sistem Olimpiade.

Untungnya, para hacker tersebut tidak berhasil menyerang bagian-bagian pengoperasian penting dalam Olimpiade.

Jubir Komite Internasional Olimpiade menolak untuk menjelaskan secara rinci tentang penyerangan itu.

"Mengutamakan keamanan operasi adalah tujuan kami," ucapnya, "Kami tidak akan mengomentari isu ini. Inilah satu isu yang kami hadapi. Kami memastikan sistem kami aman dan mereka dalam keadaan aman."

Ketika ditanya tentang pelaku penyerangan, pihak Olimpiade memilih untuk tidak membahasnya.

"Saya jelas tidak tahu. Tapi praktik internasional terbaik mengatakan bahwa lebih baik jangan membicarakan tentang penyerangan."

(Tom/Jek)

 

 

Artikel Selanjutnya
Ini Bocoran Peserta Slam Dunk Kontes di NBA All-Star 2018
Artikel Selanjutnya
Liverpool Salip Juventus Dalam Perburuan Striker Brasil