AS Uji Alkohol Jadi Bahan Bakar Pesawat

on Jul 17, 2012 at 08:18 WIB

Liputan6.com, London: Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mulai bergerak mencari bahan bakar alternatif yang non-minyak bumi untuk armadanya. Salah satunya bahan bakar dari alkohol (Alcohol to Jet/ATJ).

Bahan bakar ini kemudian diuji pada pesawat A-10 Thunderbolt II yang terbang dari Eglin Air Force Base, di Florida. Bahan bakar itu sebenarnya terbuat dari bahan seperti kayu, kertas, atau rumput. Gula ekstrak yang dihasilkan bahan-bahan tersebut kemudian difermentasi menjadi alkohol. Kemudian diolah menjadi minyak kerosen yang digunakan untuk bahan bakar penerbangan, Selasa (17/7).

Jeff Braun, juru bicara Divisi Sertifikasi Bahan Bakar Alternatif di Wright-Patterson Air Force Base, Ohio, mengatakan, pesawat A-10 yang diterbangkan dengan bahan bakar alkohol tak berbeda dengan penerbangan A-10 biasa. "Penerbangannya seperti A-10 biasa, tanpa masalah apapun."

Kini Angkatan Udara AS memang telah menguji tiga bahan bakar alternatif. Termasuk kerosin parafin sintetis, yang berasal dari batu bara dan gas alami, serta bahan bakar bio massa yang berasal dari minyak tanaman dan lemak hewani, yang dikenal dengan 'hydroprocessed renewable jet'.

Teknisi tes A-10 Kapten Joseph Rojas, A-10 mengatakan, pesawat ini memang cocok untuk menguji jenis bahan bakar baru karena sistem bahan bakar yang terpisah.

"Sistem ini memungkinkan satu mesin bergerak dengan pasokan bahan bakar yang benar-benar terpisahkan dari mesin lain," ujarnya.

"Ini memungkinkan kita untuk terbang dengan satu mesin yang berisi bahan bakar baru, dan yang lainnya dengan bahan bakar tradisional. Jika mesin beroperasi dengan normal, dengan campuran ATJ, kita bisa terbang dengan kedua mesin,"ujarnya.(Dailymail/MEL)
Suka artikel ini?

0 Comments