Bos Dell Larang Anaknya Main Twitter
Posted: 14/08/2012 13:46
Liputan6.com, Texas: Jejaring sosial kini kian digandrungi para remaja. Banyak remaja yang menggunakannya untuk mencurahkan isi hati dan memberi informasi keberadaan mereka. Tapi, hal ini perlu diwaspadai. Pasalnya, memberi informasi bisa mengundang perhatian penjahat yang jelas membahayakan keselamatan.
Hal tersebut disadari betul oleh bos sekaligus pendiri vendor komputer Dell, Michael Dell. Bahkan, sebagai orang terkaya nomor 41 di dunia, Michael rela mengeluarkan dana sebesar US$ 2,7 juta atau Rp 25,6 miliar per tahun untuk biaya keamanan keluarga.
Namun, keamanan yang diberikan Michael sepertinya diacuhkan sang anak, Alexa Dell. Sebab, Alexa kerap kali mengumbar informasi penting di Twitter, seperti keberadaan sang ayah dan lokasi makan malam keluarga. Padahal, informasi itu bisa membahayakan keamanan keluarga. Hal inilah yang mendasari Michael terpaksa melarang Alexa menggunakan jejaring sosial tersebut.
Yang paling parah, Alexa memposting foto adiknya, Zachary, di Instagram. Dalam foto tersebut, remaja 18 tahun ini menjulukinya sebagai The Rich Kids, dimana Zachary sedang berada di pesawat jet dan makan makanan mahal. Sontak hal itu membuat pihak keamanan keluarga Dell geram. Sebab, postingan itu bisa mengundang penjahat yang jelas membahayakan keselamatan adiknya.
Namun, keamanan yang diberikan Michael sepertinya diacuhkan sang anak, Alexa Dell. Sebab, Alexa kerap kali mengumbar informasi penting di Twitter, seperti keberadaan sang ayah dan lokasi makan malam keluarga. Padahal, informasi itu bisa membahayakan keamanan keluarga. Hal inilah yang mendasari Michael terpaksa melarang Alexa menggunakan jejaring sosial tersebut.
Yang paling parah, Alexa memposting foto adiknya, Zachary, di Instagram. Dalam foto tersebut, remaja 18 tahun ini menjulukinya sebagai The Rich Kids, dimana Zachary sedang berada di pesawat jet dan makan makanan mahal. Sontak hal itu membuat pihak keamanan keluarga Dell geram. Sebab, postingan itu bisa mengundang penjahat yang jelas membahayakan keselamatan adiknya.
Beberapa saat kemudian, akun Twitter Alexa lenyap. Sepertinya, gadis ini dilarang memakai Twitter untuk sementara. "Saya yakin mereka memanggil ayahnya dan kemudian menutup akun tersebut," kata Jason Thosrtett, Direktur Lembaga Sekuriti Custom Protective Services. "Remaja memang tidak bisa disalahkan dengan hal ini karena mereka memang belum dewasa. Tetapi kita mesti berhati-hati."(Telegraph/BOG)


mEfGcKkvfD @ 2013-03-06 10:08:31
vVMoZSBshWwKzdCD @ 2013-02-28 17:32:17