Manusia Neanderthal Pakai Hiasan Bulu Burung
Posted: 20/09/2012 08:10
Hasil studi itu bertentangan dengan gagasan bahwa perilaku simbolik, seperti membuat seni dan hiasan tubuh, hanya milik manusia modern.
Tim peneliti di Gibraltar Museum belum lama ini memeriksa 1.699 situs di seluruh daratan Eurasia untuk menemukan bukti bahwa burung dan manusia Neanderthal hidup berdampingan, bahwa ada hubungan jelas antara pendudukan Neanderthal dan sisa-sisa spesies burung liar masa lalu.
Dalam jurnal PLoS ONE edisi 17 September silam, para peneliti menyatakan telah memeriksa 604 tulang burung dari tiga situs Neanderthal berbeda di Gibraltar, yakni di Gua Gorham, Gua Vanguard, dan Gua Ibex.
Beberapa sisa tulang burung itu menunjukkan tanda irisan perkakas batu buatan manusia Neanderthal dan lebih dari separuhnya (337 tulang) adalah tulang sayap--temuan yang menurut para peneliti tidak acak.
Tulang sayap sedikit mengandung daging bila dibandingkan dengan bagian tubuh burung lainnya. Temuan itu menunjukkan bahwa manusia Neaderthal tidak mengumpulkan hewan-hewan itu untuk bahan makanan, tapi untuk mengambil bulu-bulunya.
"Aktivitas ini jelas terkait dengan pencabutan bulu burung yang terbesar, yang paling tahan lama, dan secara visual paling mencolok," tulis para peneliti seperti yang dikutip laman Live Science.
Pada penelitian sebelumnya di Gua di Fumane di Italia, peneliti menemukan tanda pengelupasan dan carikan di tulang burung yang tidak akan berguna untuk tujuan menghasilkan makanan.
Berdasarkan penelitan yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2011, manusia Neanderthal menggunakan bulu warna-warni dari berbagai spesies burung untuk alasan simbolik, seperti untuk hiasan.
Studi baru yang yang dimuat di PLos ONE ini juga menjelaskan preferensi hiasan bulu yang dipilih manusia Neanderthal.
Peneliti menemukan "representasi jelas" dari burung berbulu gelap di situs yang terbukti pernah ditinggali manusia purba.
Penggunaan ornamen menunjukkan pemikiran yang kompleks dan penulis hasil penelitian menyatakan temuan mereka menunjukkan "kemampuan kognitif yang belum pernah terlihat pada jenis hominin ini."(ANS/Ant/LiveScience)

